Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 September 2010

Bus Lorena Meledak

PEKANBARU - Bus Lorena jurusan Pekanbaru-Jakarta yang mengangkut 22 pemudik tiba-tiba meledak. Beruntung, para penumbang berhasil selamat setelah berlarian keluar bus.

Kejadian ini terjadi di jalan Lintas Pasir Putih, Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar, Riau, Jumat (17/9/2010). Kapolres Kampar AKBP MZ Mutaqin mengatakan dugaan sementara penyebab terbakarnya bus karena terjadi korsleting di bagian mesin yang menyambar bagian tangki minyak.

"Saat terjadi percikan, para penumpang yang panik langsung berhamburan. Selang berapa lama, bus pun terbakar. Kejadian ini juga terjadi di dekat pos pengamanan Lebaran sehingga tim segera memberi bantuan dengan segara mengaevakuasi penumpang di dalamnya," katanya kepada okezone.

Menurut dia, bus nahas itu akan meledak ketika belum lama meninggalkan terminal AKAP di Pekanbaru. Di sepanjang jalan, warga yang melihat ada percikan api langsung memperingatkan sopir agar berhenti untuk mengecek karena ada percikan api di badan bus.

Barulah ketika bus sampai di Siak Hulu, yang merupakan perbatasan Pekanbaru Kampar, bus berhenti dan api sudah mulai membesar dan mengeluarkan asap. Sopir bus pun meminta para penumpang keluar.

"Beruntung masih banyak warga yang peduli memberitahu sopir. Sehingga korban jiwa dapat dihindarkan," ucapnya.

Saat ini pihak kepolisian sedang memintai keterangan sopir dan kernet bus. Sementara bangkai Bus Lorena sudah ditarik dari lokasi yang sebelumnya sempat terjadi kemacetan. Sementara sejumlah penumpang sudah diberangkatkan dengan bus lain.
Sumber: Okezone.com

Kamis, 16 September 2010

Lantai 2 Pasar Tanah Abang Terbakar

JAKARTA - Kebakaran terjadi di Pasar Tanah Abang, tepatnya di lantai dua blok A, Jakarta Pusat.

Menurut petugas Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Pusat Dedi saat dihubungi okezone, Kamis (16/9/2010), lokasi yang terbakar berada di lantai dua. "Kebakaran berlangsung sekira pukul 18.15 WIB," ujarnya.

Dedi menjelaskan, saat ini api sudah berhasil dipadamkan petugas. "Belum diketahui apa penyebab kebakarannya," kata dia.

Sejauh ini belum ada laporan korban akibat kebakaran tersebut. Begitu juga dengan kerugian belum bisa ditaksir. "Engak ada korban jiwa," pungkasnya.
Sumber: Okezone.com

200 Polisi Jaga Aksi 1000 Lilin di Bundaran HI

JAKARTA - Ratusan personel kepolisian menjaga aksi keprihatinan seribu lilin menuntut Presiden mencabut surat keputusan SKB tiga menteri yang dinilai belum menjamin kebebasan beragama.

Kapolres Jakarta Pusat AKBP Andry Wibisono mengatakan, sekitar 200 personel gabungan dari
Polda, Polres Jakarta Pusat, dan Polsek Menteng dikerahkan ke lokasi. "Tidak akan ada pengalihan arus kendaraan karena aksi ini simpati dengan doa, bukan unjuk rasa yang tak boleh digelar malam hari," ujarnya.

Aksi digelar mulai pukul 19.00 WIB, Kamis (16/9/2010) di sekitar Bundaran Hotel HI. Sejumlah elemen juga hadir di antaranya PMII, Forum solidaritas Kebebasan Beragama, Perhimpunan Mahasiswa Kristen, Simpul Jaringan Umat Beragama, Peduli Keluarga Sehajktera dan Kependdukan, dan lainnya.

Pantauan okezone, satu unit mobil barakuda dan water cannon juga disiagakan. Sementara arus lalu lintas menuju Senayan dari arah Blok M tersendat kerena aksi memakan jalur busway.
Sumber: Okezone.com

Senin, 13 September 2010

Naik Kapal, Anak dan Isteri Hilang

MERAK - Seorang ayah kebingungan mencari anak dan istrinya yang dibawa Tim Medis Kesehatan Pelabuhan Bakauheni, Lampung karena mengalami sakit di perutnya.

Sejauh ini pihak keluarga belum melaporkan peristiwa tersebut kepada pihak berwajib.

"Saya disuruh oleh petugas kesehatan Pelabuhan Merak di Dermaga I, tapi sampai sekarang sudah hampir satu jam tidak ada kabar beritanya lagi, dan saya masih menunggu aja, belum lapor ke polisi," kata Trisilo ditemui di Posko Telkom yang tak jauh dari Dermaga I Pelabuhan Merak, Senin (13/9/2010).

Dia menjelaskan, ia bersama sembilan kerabatnya berangkat dari Pelabuhan Bakauheni, Lampung naik KMP Jatra III milik PT ASDP (persero) pukul 20.30 WIB, namun sebelum naik kapal anak keenamnya dari tujuh bersaudara, Daud Sofian Baruri (5) mengalami sakit di perutnya.

"Karena waktu itu kita panik, maka istri saya yang membawa Daud langsung mencari tim kesehatan dan masuk ke ambulans, tapi sampai di Pelabuhan Merak tidak ada kabar beritanya," katanya menambahkan.

Namun kata Trisilo, sampai kapal Jatra III yang dinaikinya jalan menuju Pelabuhan Merak, anak dan istrinya yang saat itu berada di Ambulans tidak ada kabarnya.

"Kata petugas setempat nanti anak dan istri saya akan sampai di Merak dan di Dermaga I," katanya seraya mengatakan ia bersama keluarganya usai berlebaran dari Kota Bumi, Lampung Utara dan hendak pulang kembali ke Kiara Condong, Bandung, Jawa Barat.

Sementara itu kakak Daud, Rizanti (19) mengaku khawatir dengan tidak ada kejelasan nasib adik dan orangtuanya.

Pasalnya keduanya tidak membawa dompet atau telpon genggam. "Khawatir apalagi sekarang sudah tengah malam," katanya singkat.

Sumber:  KOMPAS.com

Minggu, 12 September 2010

Duh...Niat Pacaran Malah Maut Menjemput

BOJONEGORO - Tragis dialami sepasang kekasih di Bojonegoro. Hendak merayakan Lebaran dengan bermain kembang api, pasangan muda-mudi ini terjatuh di sungai Bengawan Solo dan hilang terseret arus. Keduanya ditemukan tak bernyawa pada Minggu (12/9/2010) siang.

Dua korban tersebut adalah Danil Nur Sutopo, 21, warga Desa Ngamongan, Kecamatan Tambakrejo, Bojonegoro dan kekasihnya Eka Yuli Lestari, 18, warga Desa Banjarejo, Kecamatan Padangan. Pasangan kekasih itu ditemukan di lokasi berbeda dan sudah terseret jauh dari lokasi jatuh yakni dari atas Jembatan Padangan.

Kejadian itu berawal saat pasangan kekasih ini menikmati Lebaran di atas jembatan Padangan yang bukan jembatan utama pada Sabtu 11 September malam sekitar pukul 21.00 WIB. Keduanya lalu hendak menyalakan kembang api. Entah bagaimana awalnya, tiba-tiba Eka Yuli terperosok lubang jembatan yang kondisinya memang sudah bolong akibat tak terurus. Jembatan itu selama ini difungsikan para pemancing, lantaran jembatan itu tidak difungsikan jalur lalu lintas.

Melihat kekasihnya terjatuh, Danil tanpa pikir panjang langsung ikut terjun berusaha menolong. Tapi nahas, arus deras sungai Bengawan Solo membuat keduanya hilang ditelan arus sungai. Warga yang mengetahui kejadian itu langsung melakukan pencarian bersama pihak kepolisian, dibantu Tim SAR dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab. "Keterangan saksi, memang korban laki-laki awalnya ingin menolong pasangannya," kata Kapolsek Kalitidu AKP Wijiyanto.

Hasilnya, Danil ditemukan sudah dalam kondisi tak bernyawa mengambang di Desa Banjarjo, Kecamatan Padangan tak jauh dari lokasi sekitar pukul 04.00 WIB Minggu (12/9) pagi. Petugas dibantu puluhan warga langsung mengevakuasi korban tersebut dan membawanya ke puskesmas dengan menggunakan mobil patroli.

Pencarian lalu dilanjutkan dan akhirnya jenazah kekasihnya, Eka Yuli ditemukan di Desa Panjunan, Kecamatan Kalitidu. Jasad Eka mengambang di pinggir sungai bengawan. "Ia (korban perempuan,red) ditemukan sekitar 7 km dari lokasi kejadian," katanya.

Jenazah Eka lalu dibawa ke puskesmas dan dibawa ke RSU Padangan untuk selanjutnya diotopsi. Hanya saja, lantaran lokasinya di Kecamatan Padangan maka jenazah diserahkan ke Polsek Padangan untuk kemudian dilakukan penyelidikan. “Korban tidak ada luka-luka atau benturan. Jadi mereka langsung terjun ke air,” kata Kapolsek Padangan AKP Much Usman.

Dia menjelaskan, kondisi jembatan memang rusak karena sudah tidak difungsikan oleh pemerintah. Hanya saja, oleh warga tetap digunakan beraktivitas seperti bermain, tempat mancing dan lainnya. Kini, pihak kepolisian sudah memberi police line agar masyarakat tidak lalu lalang di lokasi kejadian dan mengantisipasi adanya jatuh korban lagi. “Kita beri pagar dari bambu juga agar tidak dilewati,” terangnya.
Sumber : Okezone.com

Jumat, 10 September 2010

Turis Terkagum-kagum Prajurit Keraton

YOGYAKARTA — Sejumlah wisatawan mancanegara mengatakan kagum terhadap upacara tradisional Grebeg Syawal yang diselenggarakan oleh Keraton Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat.

"Saya terkesan dengan prosesi upacara Grebeg, terutama keunikan prajurit yang mengawal gunungan tersebut," kata wisatawan asal Austria, Florian, di Yogyakarta.

Menurut Florian, keunikan prajurit pengawal gunungan Grebeg terletak pada seragam yang digunakan. "Tidak tahu kenapa saya menyukainya, tetapi menurut saya prajurit-prajurit tersebut tampak berwibawa sekaligus bersahaja," katanya.

Ia mengatakan, meskipun cuaca Yogyakarta saat upacara Grebeg berlangsung sangat terik, dirinya tetap mengikuti prosesi tersebut dari awal hingga akhir.

"Menurut saya, masyarakat Yogyakarta dan Indonesia sangat beruntung karena warisan budaya semacam upacara Grebeg masih terpelihara dan rutin digelar setiap tahun," katanya.

Sementara itu, wisatawan asal Belanda, Gabi, yang juga menyaksikan upacara Grebeg Syawal tersebut, mengatakan, dirinya tertarik terhadap upacara tersebut karena filosofinya yang mendalam.

"Saya banyak membaca buku tentang sejarah Keraton Ngayogyakarta, salah satu yang menarik perhatian saya adalah upacara Grebeg karena filosofinya yang mendalam, yaitu keteladanan seorang raja yang rela memberikan hadiah kepada rakyatnya," katanya.

Daya tarik lain, menurut Gabi, adalah meskipun pada upacara tersebut Sri Sultan Hamengku Buwono X tidak terlibat secara langsung, tetapi warga Yogyakarta tetap mengikuti Grebeg dengan antusias. "Ini membuktikan bahwa rakyat Yogyakarta memiliki kesetiaan yang besar terhadap rajanya," katanya.

Grebeg adalah tradisi Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat sebagai wujud hajat dalem atau sedekah Sultan kepada rakyatnya yang disimbolkan dengan gunungan berisi sayuran, di antaranya kacang panjang dan cabai.

Ritual Grebeg diadakan tiga kali dalam satu tahun, yaitu saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, memasuki bulan Syawal, serta pada Hari Raya Idul Adha.

Sumber:  KOMPAS.com

SBY Menggertak Dunia

JAKARTA - Meski telah mengirim surat resmi kepada Presiden Amerika Serikat Barack Obama, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tetap berharap ada tindakan nyata terhadap rencana pembakaran Alquran oleh kelompok Dove World Outreach Center, pimpinan Terry Jones.
Hal tersebut diungkapkan Presiden SBY dalam pidatonya yang ditujukan kepada seluruh warga dunia, yang disampaikan di halaman tengah Istana Negara, Jakarta Pusat, Jumat (10/9/2010).

"Kami semua, tanpa terkecuali, telah berkomitmen menjaga toleransi antarumat beragama. Rencana Terry Jones untuk membakar Alquran, tidak hanya melukai umat muslim tapi seluruh umat beragama. Saya meminta Pemerintah AS untuk mecegah tindakan amoral itu," kata SBY saat menyampaikan pidatonya dalam bahasa Inggris.

Perserikatan Bangsa-Bangsa, lanjut Presiden, juga harus mengambil langkah terhadap rencana Terry Jones. Rencana tersebut dikhawatirkan bisa menciptakan konflik horizontal.

"Indonesia menyerukan kepada seluruh dunia agar tidak terprovokasi isu yang bisa menimbulkan konflik tersebut yang bisa merusak harmoni umat beragama," tegasnya.
sumber: Okezone.com

BJ Habibie, Si Jenius yang Terbang Tinggi

Anda orang Indonesia? Bila iya, apa yang menjadi kebanggaan Anda sebagai warga negara Indonesia? Mungkin akan sedikit bingung untuk menjawabnya. Banyak yang berkata negeri ini melimpah akan kekayaan alam, termasuk pendapat yang menyebut orang Indonesia dikenal ramah.


Tapi nyatanya ada pula sebagian orang yang kesal dengan bangsa ini utamanya pemerintah. Persoalan korupsi, kesejahteraan yang timpang dan kinerja pemerintah yang kerap disebut "pas-pas-an" kian menjadi cibiran masyarakat.

Kendati begitu, kita patut berbangga dengan Indonesia. Prestasi sejumlah anak bangsa di kancah Internasional buktinya. Sebut saja, Bacharuddin Jusuf Habibie atau dikenal BJ Habibie. Presiden RI ke-3 ini punya prestasi gemilang di bidang transportasi yakni pesawat udara.

BJ Habibie lahir di Pare-Pare, Sulawesi Selatan, 25 Juni 1936. Anak ke-4 dari delapan bersaudara ini memulai bangku kuliahnya di Institut Teknologi Bandung (ITB). Dia kemudian melanjutkan pendidikannya ke Rhenisch Wesfalische Tehnische Hochscule – Jerman pada 1955.

Tahun 1965, Habibie menyelesaikan studi S-3nya dan mendapat gelar Doktor Ingenieur (Doktor Teknik) dengan indeks prestasi summa cum laude. Selepas itu, Habibie bekerja di Messerschmitt-Bölkow-Blohm atau MBB Hamburg, sebagai Kepala Penelitian dan Pengembangan pada Analisis Struktrur Pesawat Terbang (1965-1969) dan kemudian menjabat Kepala Divisi Metode dan Teknologi pada industri pesawat terbang komersial dan militer di MBB (1969-1973).

Kembali ke Indonesia, Habibie pun menyumbangkan ilmu yang dimiliki untuk kemajuan teknologi bangsa ini. Berdasarkan data dari sejumlah artikel media massa, Habibie mendirikan PT. Industri Pesawat Terbang Nurtanio (IPTN) pada 11 Oktober 1985. IPTN kemudian diresktrukturisasi menjadi PT Dirgantara Indonesia (PT DI).

Habibie dalam skala internasional terlibat dalam berbagai proyek desain dan konstruksi pesawat terbang seperti Fokker F 28, Transall C-130 (militer transport), Hansa Jet 320 (jet eksekutif), Air Bus A-300, pesawat transport DO-31 (pesawat dangn teknologi mendarat dan lepas landas secara vertikal), CN-235, dan CN-250 (pesawat dengan teknologi fly-by-wire). Selain itu, Habibie secara tidak langsung ikut terlibat dalam proyek perhitungan dan desain Helikopter Jenis BO-105, pesawat tempur multi function, beberapa peluru kendali dan satelit.

Kejeniusan Habibie juga dibuktikan ketika menemukan teori-yang disebut dunia internasional sebagai teori-krack progression. Teori ini menemukan perhitungan titik rawan kelelahan badan pesawat.

Titik rawan kelelahan ini biasanya pada sambungan antara sayap dan badan pesawat terbang atau antara sayap dan dudukan mesin. Elemen inilah yang mengalami guncangan keras dan terus-menerus, baik ketika tubuhnya lepas landas maupun mendarat.

Ketika menyentuh landasan, sambungan antara sayap dan badan pesawat terbang atau antara sayap dan dudukan mesin ini menanggung empasan tubuh pesawat. Kelelahan logam pun terjadi, dan itu awal dari keretakan (krack). Titik rambat tersebut semakin hari kian memanjang dan bercabang-cabang.

Habibie-lah yang kemudian menemukan bagaimana rambatan titik krack (keretakan) itu bekerja. Dengan teori ini industri pembuat pesawat bisa mengerjakan badan pesawat dengan perhitungan yang lebih aman. Tidak saja bisa menghindari risiko pesawat jatuh, tetapi juga membuat pemeliharaannya lebih mudah dan murah.

Atas berbagai prestasinya, Habibie mendapat ganjaran dengan sejumlah penghargaan di antaranya bidang kedirgantaraan, Theodhore van Karman Award, yang dianugerahkan oleh International Council for Aeronautical Sciences.
Sumber: Okezone.com

Korban Tewas di Istana Anggota Pertuni

BOGOR- Johni Malela (45), korban tewas saat mengantre untuk ikut open house di Istana Negara, Jakarta Pusat, merupakan anggota Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

"Kami langsung menelepon pengurus Pertuni yang ikut acara open house di Istana, dan kami mendapat kabar buruk dari salah satu pengurus," ujar Memed, Jumat (10/9/2010).

Menurut Memed para tuna netra tersebut memang sudah berencana ikut open house di Istana. "Mereka sampaikan saat kami menggelar buka puasa kemarin di kantor kami," ungkapnya
.
Memed juga mengaku saat ini masih melakukan kordinasi untuk pemulangan jenazah korban. "Kami belum mengetahui jenazah korban akan dibawa ke mana," terangnya. 
Sumber: Okezone.com

Keluarga Korban Minta Santunan dari SBY

JAKARTA - Euis Rosmiyati istri Joni Malela korban tewas saat mengantre santunan di Istana Negara, berharap ada santunan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) atas meninggalnya Joni.

"Saya orang tak mampu, paling tidak ada santunan lah dari Pak SBY," katanya sambil terisak saat ditemui di kamar jenazah, RSCM Jakarta, Jumat (10/9/2010).

Korban yang sehari-hari bekerja sebagai tukang pijit keliling, tewas seketika di tengah desakan antrean silaturahmi bersama SBY.

"Tahun lalu kami juga datang ke Istana untuk menerima santunan sebesar Rp250 ribu, tapi sekarang kami tidak disediakan tempat," sesalnya.
Sumber: Okezone.com

Joni Tewas, Pihak Istana Temui Dokter RSCM

JAKARTA - Dua orang yang diduga dari pihak Istana Kepresidenan datang ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat

Pantauan okezone di lokasi, saat ini mereka sedang melakukan pembicaraan tertutup dengan dokter RSCM. Hal itu diduga terkait kematian Joni Malela (45) di gerbang Sekretariat Negara, Jalan Majapahit, Jakarta Pusat.

Kala itu, Joni dan istrinya tengah mengantre untuk bersilaturahmi langsung dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Euis Rosmiyati (38) istri dari Joni Malela (45) yang tewas dalam acara open house di Istana Negara, mengaku hadir berharap mendapat santunan dari Presiden.

"Saya kecewa, pada tahun lalu kami datang dipersilakan duduk, sementara tahun ini kami dibiarkan berdesak-desakan," terang Euis sedih, di RSCM, Jumat (10/9/2010).

Euis yang juga penderita tunanetra datang bersama suami dan delapan orang lainnya yang juga tunanetra ke Jakarta sejak tadi pagi berharap mendapat santunan dari SBY.

Tidak hanya itu saja, Euis juga mengaku suaminya tidak menderita sakit jantung seperti yang dikatakan juru bicara kepresidenan.

Seperti diketahui Johni dikabarkan tewas terinjak-injak saat antre untuk masuk ke dalam Istana Negara.Salah seorang petugas Dinas Kesehatan DKI Jakarta yang bertugas di depan Setneg, Theresia Indah Susanti, menuturkan bahwa kondisi korban sudah lemas ketika dibawa ke ambulans.

Namun sebelumnya Joni dirawat selama 10 menit sebelum akhirnya meninggal. Saat ini, jasad korban dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat.

Sumber: Okezone.com

PBHI Desak Polisi Ungkap Insiden Maut di Istana

JAKARTA - Perhimpunan Bantuan Hukum dan HAM Indonesia mendesak agar polisi segera mengusut tewasnya Joni Malela (45) dalam acara open house di Istana Negara, Jakarta Pusat.

"Kami minta agar polisi segera mengusut kasus tersebut yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang,"kata Ketua PBHI Hendrik Sirait saat dihubungi okezone, Jumat (10/9/2010).

Tidak hanya itu saja, Hendrik juga menyayangkan pihak Istana yang tidak mengantisipasi insiden tersebut. Padahal dalam acara open house itu sudah ada konsekuensi adanya kelonggaran pengamanan yang diberikan kepada warga.

"Dalam open house ini ada kesan jika open house ini hanya sebuah pencitraan politik SBY saja, karena menutup ruang dengan masyarakat. Padahal seharusnya dalam open house tidak ada sekat antara pemimpin dan rakyatnya,"ujarnya.

Hendrik juga mengaku tidak menutup kemungkinan akan melakukan advokasi atas kasus tersebut. "Kita lihat dulu, tapi yang pasti kita minta kasus ini harus dituntaskan, karena ini pertama kalinya kasus di era pemerintahan SBY,"tukasnya.

SBY Cuma Kasih Rp100 Ribu

JAKARTA - Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha membantah isu bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membagikan uang Rp300 ribu kepada warga yang bersilaturahmi ke Istana Negara.

"Kita tau ada berita bahwa presiden sebar Rp300 ribu itu tidak benar. Saya pastikan itu tidak benar itu tidak bersumber kepresidenan sedang ditelit, beri kami waktu," katanya kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (10/9/2010).

Sementara itu, Rudi (35), seorang tunanetra asal Bandung, Jawa Barat, misalnya, mengaku mendapat kue dan amplop berisi uang Rp100 ribu.

Berbeda dengan Rudi, Indri (27) asal Tangerang harus menahan kecewa karena meski sudah terjepit di bawah panas selama berjam-jam dia gagal bersalaman dengan Presiden dan tentu juga gagal mendapat uang.

Dibanding dengan tahun lalu, silaturahmi Presiden dengan masyarakat tahun ini tergolong buruk. Puluhan orang menjadi korban terjepit, terinjak-injak hingga pingsan, muntah, dan pusing karena tak diizinkan masuk ke Istana.

Sementara, mereka yang sangat miskin dan tidak mampu membeli pakaian yang layak tidak diperbolehkan bertemu Presiden meskipun sudah masuk ke halaman Sekretariat Negara.

Seorang gadis berusia belasan tahun yang menolak disebut namanya mengeluhkan kemalangan yang dialaminya.

"Gimana nih?" katanya asmbil memegang kupon bercap Sekretariat Negara.

"Udah masuk ke sini kagak boleh ke dalem, katanya nggak boleh karena kite pake celana pendek. Kagak apa-apa juga sih, tapi ini kupon dituker makanan kek, angpau kek. Katanya kan Rp300 ribu di Warta Kota kita baca," katanya lagi.

Saat berita ini diturunkan, panitia memang telah menutup acara pembagian bingkisan Lebaran dan memaksa warga untuk kembali ke rumah. Ratusan warga masih ngotot bertahan di depan gerbang sembari berharap-harap mereka akan mendapatkan duit.

"Kita hanya rakyat kecil pak. Tolong pak, buka pintunya kita kejepit-jepit begini. Ya Allah," kata seorang ibu dari depan gerbang seraya berurai air mata.



Sementara petugas keamanan tak bisa berbuat banyak. Mereka hanya diam.
Sumber: Okezone.com

Rabu, 08 September 2010

Opsi Mahkamah Internasional Harus Ditolak

JAKARTA- Opsi membawa sengketa perbatasan antara Indonesia dengan Malaysia ke Mahkamah Internasional sempat mencuat. Pemerintah disarankan tidak terpancing dengan isu ini karena pasti akan kalah di pengadilan.

Guru Besar Universitas Indonesia (UI) Hikmah Antojuana mengatakan bahwa arsip data yang dipunyai pemerintah Indonesia tentang sejarah sangat lemah. Karena itu dia khawatir insiden Sipadan-Ligitan akan terulang lagi.

“Malaysia dijajah Inggris dan datanya lengkap. Kalau kita mesti cari sana-sini. Mereka arsipnya bagus. Malaysia bisa buktikan Sipatan Ligitan terkait penangkaran Penyu dan mercusuar yang di bangun Inggris. Kalau Indonesia hanya ditahun 1920 ada kapal patroli Belanda yang muter,” katanya di Jakarta, Rabu (8/9/2010).

Selain faktor dukungan data, aspek pendanaan juga harus menjadi pertimbangan lain apabila persoalan sengketa perbatasan perairan dibawa ke Mahkamah Internasional. Sebab ongkos menyewa pengacara serta operasional lain di Den Haag tidak murah. “Kalau mereka (Malaysia) main kuat-kuatan duit gak masalah,” sambungnya.
Sumber: Okezone.com

Konflik RI-Malaysia Media Pencitraan SBY di LN

JAKARTA- Kebijakan serta pernyataan Presiden SBY dalam menyikapi konflik dengan Malaysia menuai kecaman di Tanah Air. Sebaliknya di luar negeri, SBY malah panen pujian.

“Pidato SBY kemarin memang mencari citra di internasional, dengan cara damai dan terbukti hal tersebut dipuji dunia Internasional dengan memuja-muja Malaysia dan melecehkan rakyat Indonesia," ucap Direktur Lingkar Madani Ray Rangkuti saat menggelar jumpa pers di Institute Hijau, Jakarta Selatan, (8/9/2010).

Lebih lanjut Ray menambahkan bahwa SBY tidak mementingkan kondisi rakyat tapi dunia internasional. "Bukan harga diri bangsa yang dikedepankan, tapi dari sudut pandang internasional," sambungnya.

Kondisi saat perundingan Kinabalu mengharuskan pemerintah Indonesia bersikap lemah. "Jadi situasi lapangan Indonesia diredam oleh pemerintah Indonesia. Seperti presiden dan Kapolri yang mengatakan akan menindak, dan akan menyelidiki membakar bendera Malaysia,"katanya.

Ray menambahkan, Malaysia juga menghembuskan isu bahwa tiga aparat DKP melakukan pemerasan. Situasi di atas tentu semakin melemahkan posisi Indonesia. Dimana-mana teori perundingan diperkuat dengan kondisi di lapangan, seperti Perundingan Meja Bundar.

"Ada situasi nasional yang menganjurkan kita memuja Malaysia dan rakyat Indonesia dilecehkan dengan kemiskinan. Hal tersebut dimanfaatkan oleh Malaysia,"tutupnya.

Ray curiga, lunaknya sikap Presiden dalam pidato 1 September lalu sebagai indikasi bagwa Indonesia mengalah terhadap Malaysia.

"Jadi tim konsentrasi ke sektor ekonomi, beban pikiran itu yangmembuat diplomat terhambat. Tim perunding Malaysia orang-orang baru. Harusnya kita bisa lebih lihai,"tukasnya.
Sumber: Okezone.com

Indonesia Digunduli 3:0 oleh Malaysia

JAKARTA- Pertemuan tingkat menteri dengan Malaysia di Kinabalu pada 6 September lalu adalah bukti kekalahan diplomasi bagi Indonesia. Tak main-main, dalam sengketa terkait tapal batas, Indonesia menderita kekalahan telak 3: 0.

“Kita sudah kalah 3:0 pertama pihak Malaysia tidak mau minta maaf, walaupun secara implisit mereka mengaku salah. Kedua yaitu surat SBY yang tidak dibalas oleh Perdana Menteri Malaysia dan yang terakhir perundingan mulai dari 0 lagi,” ucap Direktur Lingkar Madani Ray Rangkuti saat menggelar jumpa pers di Institute Hijau, Jakarta Selatan, (8/9/2010).

Perundingan Kinabalu, lanjutnya, memang tidak tuntas dan Malaysia memang ingin membawa persoalan ini ke mahkamah internasional. "Tapi dia (Malaysia) menanam citra bukan Malaysia yang menginginkan sengketa ini dibawa ke Mahkamah Internasional," sambungnya.

Seperti diketahui, hubungan Indonesia dan Malaysia kembali memanas belakangan ini. Hal tersebut dipicu insiden penangkapan tiga petugas DKP di Bintan, Riau pada 13 Agustus lalu.

Penyelesaian sengketa dengan ‘diplomasi barter' membuat publik di Indonesia marah. Para aktivis pun lantas melampiaskan kemarahannya dengan menggelar aksi menghujat Pemerintah Malaysia dengan cara melempari Kedubes Malaysia di Jakarta dengan kotoran manusia serta aksi pembakaran bendera Malaysia.

Pemerintah Malaysia pun akhirnya terprovokasi dengan aksi ini. Mereka mengancam kesabarannya bisa hilang serta mempertimbangkan mengeluarkan travel advisory kepada warga negaranya yang akan berkunjung ke Indonesia. Kedua pihak lantas sepakat menyelesaikan persoalan ini di meja perundingan.
sumber: Okezone.com

Selasa, 07 September 2010

Komisi I DPR: Malaysia Tetap Harus Minta Maaf

Hayono Isman
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi I Hayono Isman ikut kecewa atas sikap pemerintah Malaysia yang tak kunjung menyampaikan permohonan maaf terkait penangkapan tiga petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Indonesia di perairan Bintan.

Pertemuan kemarin antara Menteri Luar Negeri Indonesia Marty Natalegawa dengan Menlu Malaysia Anifah Aman di Kinabalu, hanya menyepakati beberapa hal. Satu di antaranya, Malaysia berjanji akan mengubah standar operasional prosedur terkait penanganan pegawai kelautan Indonesia.

“Saya hargai niat baik Malaysia untuk perbaiki SOP-nya namun sebagai sesama sahabat yang saling menghormati, Malaysia harus minta maaf atas perlakuan aparatnya terhadap pegawai negara kita pada insiden Tanjung Berakit,” kata Hayono dalam pesan singkat yang diterima okezone, Selasa, (7/9/2010).

Meski demikian, politisi dari Fraksi Partai Demokrat ini mendukung langkah pemerintah melakukan upaya diplomatik untuk merundingkan sejumlah persoalan termasuk penentuan batas maritim. “Komisi I DPR sudah sangat jelas saat raker dengan Menlu, memberi ruang kepada Pemerintah mengutamakan jalur diplomasi untuk atasi masalah perbatasan dengan Malaysia,” mantan Menteri Pemuda dan Olahraga era Presiden Soeharto itu.

Desakan agar Malaysia secara terbuka menyampaikan maaf kepada Indonesia juga datang dari anggota Komisi I Fraksi Gerindra Ahmad Muzani. “Sebenarnya yang diminta kita kan permintaan maaf Malaysia kepada Indonesia,” ujar Muzani terpisah.

Menurut Muzani, pemerintah harus meloloskan sejumlah agenda penting dalam perundingan. Persoalan itu di antaranya terkait batas laut, termasuk nasib TKI yang terancam hukuman mati di Malaysia. “Harus ada upaya untuk memperingan hukuman,” tegasnya.
Sumber: Okezone.com

Senin, 06 September 2010

Pembangunan Gedung Mewah DPR Dibatalkan

JAKARTA-  Pimpinan DPR akhirnya bersepakat untuk sementara menunda pembangunan gedung baru senilai Rp1,6 triliun, lantaran kencangnya sorotan publik terhadap proyek tersebut.
Dalam kaitan ini, para pimpinan lembaga wakil rakyat tersebut telah meminta tim teknis badan urusan rumah tangga (BURT) DPR dan tim teknis mengkaji kembali rencana pembangunan.

“Karena sudah menjadi opini publik, menjadi pencitraan buruk terhadap DPR, maka pimpinan DPR bersepakat pembangunan gedung dikaji kembali,” ujar Ketua DPR Marzuki Alie kepada wartawan di Jakarta, Senin (6/9/2010).

Selanjutnya, pimpinan DPR telah memerintahkan kepada tim teknis untuk membuat desain bangunan yang sederhana tapi mampu menjadi tempat kerja yang nyaman bagi anggota DPR dan para tenaga ahlinya.

“Jangan menggambarkan gedung yang mewah menodai persaan masyarakat Indonesia. Tender ditunda sampai kajian diselesaikan dengan tuntas. Nanti tim teknis dan konsultan yang akan menerangkan ke publik,” tandasnya.
Sumber: Okezone.com